Skip to main content

Kartini

Suatu hari di tahun 2000, bapak saya menunjukkan salah harta karunnya, buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” milik Raden Ajeng Kartini, yang diterbitkan oleh Balai Pustaka di tahun 1920-an. Semua orang sudah tau apa itu Habis Gelap Terbitlah Terang, buku kumpulan surat-surat seorang keturunan bangsawan Jawa yang berusaha melawan adat yang mengukung mimpinya. Tentang pertarungan batinnya […]

Review: Hungry Ghosts

Ada yang menyebalkan dari band ini, susah dicari. Selain namanya pasaran (ada rock band dari UK, Brisbane bahkan Hong Kong dengan nama yang sama) Kalau bukan karena nyasar di tumpukan playlist dan menemukan “I Don’t Think About You Anymore, I Don’t Think About You Anyless”, mungkin saya tidak akan menemukan band ini. Hungry Ghosts adalah […]

Kenthu

Seperti apa rasanya orgasme? Seperti ketika kamu menekan tombol publish dalam blogmu? Aku bisa menuliskan prosa – prosa tentang kematian, keimanan, cinta, kamu, nafas, rindu, nisan, nafsu, kamu. Tapi aku tak bisa menuliskan tentang kethu, jadi bagaimana rasanya terantar sampai dipuncak ketika senggama? Seperti bagaimana kepuasan seorang penulis menekan tombol publish dari dasbor blognya? Rasa […]

Review: Rio 2

Blue Sky memang sudah terkenal dengan Ice Age dan Rio nya, animasi yang mengangkat kesadaran tentang lingkungan, maka sekuel Rio ini pun tidak jauh-jauh tentang kesadaran lingkungan juga. Rio 2 bercerita ketika Blu dan keluarganya yang sudah hidup tenang di kota Rio dikagetkan dengan berita kemungkinan adanya kawanan Makaw biru di belantara hutan Amazon. Masalahnya […]

Review: Kings of Leon – Mechanical Bull

Kings of Leon bisa jadi nggak masuk di dalam playlist para hipster. Sebagai band rock, Kings of Leon terlalu mainstream dengan lirik lagu yang diulang-ulang dan mudah dihafal. Tipe band yang akan dengan mudah masuk chart dan diputar berkali-kali di radio. Berhubung saya gak begitu hipster-hipster amat, saya dengan gampang jatuh cinta pada Mechanical Bull, […]

Gila

Jangkar satu-satunya penjaga batas antara kesadaran dan imajinasi tiba-tiba tak berfungsi. Kamu. Iya, aku selalu punya masalah pada pergerakan semesta dalam kepalaku, makanya aku tak pernah percaya puisi tentang semesta. Karena dalam duniaku, sebelum bertemu kamu, tidak ada istirahat, siang, ataupun malam. Yang ada maraton terus menerus tanpa henti, karena pikiran ini menjelajah ke seluruh […]

Marah

Aku pernah kehilangan kamu sekali. Aku tak ingin kehilangan kamu lagi. Maka jemariku akan meremas sisa-sisa asa yang bisa kuraih dari waktu yang ada. Tak kan kupaksakan segala rencana. Angkasa sudah memperkosaku dengan logika dan merajamku dengan tanya. Tapi potongan rasa dan kenangan ini yang melindungi, aku tak lagi merasa sedih terhantam perih, tak ada […]