Pada tahun 1981, Iwan Fals merilis album profesional pertamanya berjudul “Sarjana Muda”. Album ini berisi lagu-lagu Iwan Fals yang menjadi wakil masa itu seperti Oemar Bakri, yang berkisah tentang guru old-fashioned yang harus berhadapan dengan dinamika kehidupan sekolah di kota besar atau Sarjana Muda yang berkisah tentang lulusan sarjana yang kesulitan mencari kerja. Saya belum lahir saat itu. Yakinlah. Tahun 2009, Rolling Stones menobatkan Oemar Bakri menjadi salah satu dari “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa”.

Trus kenapa?

Saya teringat, dua belas tahun lalu, saat masih sekolah di Jakarta, saya pernah dihina habis-habisan ketika berkata ingin menjadi guru. Katanya Oemar Bakri hanyalah legenda, plus kulit buaya tahun itu sudah nggak ngetren lagi. Lagian, jadi  guru gajinya kecil, kenapa tidak bercita-cita lebih tinggi lagi seperti jadi dokter. Saya geleng-geleng. Bukankah pekerjaan yang disebut-sebut sebagai cita-cita yang lebih tinggi itu selalu ada yang lebih tinggi lagi? Gurunya.

Tapi saya setuju, Oemar Bakri hanyalah legenda, saya pernah besar di antara murid-murid bengal dan jagoan yang hobi berkelahi, tapi sekarang tingkat perkelahian, setidaknya di sekolah saya, sudah menurun drastis. Informasi yang semakin tinggi juga toh membuat murid menuntut para gurunya lebih jujur dan terbuka. Saya melihat beberapa kali, dalam acara supermentor, anak muda jaman sekarang jauh lebih berhasrat untuk mencari ilmu lebih tinggi. Menjadi pengganti-pengganti pemimpin muda yang banyak memberi kontribusi dalam sektor pendidikan, ekonomi, teknologi dan bahkan transportasi.

Oemar Bakri memang hanyalah legenda, RAPBN-2014 digadang gadang akan berfokus pada pendidikan, tembus 29 triliun lebih tinggi daripada tahun lalu, dan membuat gaji guru tidak dikebiri lagi, seperti pada masa Oemar Bakri. Dengan prioritas meningkatkan akses, kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan, melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan, mungkin saja Indonesia sudah siap menciptakan otak-otak baru sekelas otak Habibie (atau bahkan lebih!)

Ah ya, padahal alasan saya ingin menjadi guru bukan karena legenda Oemar Bakri sih. Tahun 1988 Roald Dahl menerbitkan buku berjudul Matilda, buat yang suka klasik atau Roald Dahl pasti tahu, bahwa tokoh “Miss Jennifer Honey” memang inspiratif untuk menjadikan anak kecil polos macam saya ingin menjadi guru. Eh? Tidak? Hanya saya aja nih?

** tulisan ini dibuat sebagai perayaan Hari Guru Nasional. Sudahkah anda membuka website terimakasihguru ini? Sebuah inisiatif bersama untuk mengajak semua orang untuk ikut ambil bagian memberi posisi terhormat pada guru-guru kita.