Jadi, tanggal 5 juni kemarin diajakin ke workshopnya Neurobion: Waspadai Gaya Hidup Berisiko Neuropati. Deg-degan banget soalnya pembicaranya dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia atau PERDOSSI, ada Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S, Ketua Umum PERDOSSI Pusat dan Konsultan Neurologis dan juga Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat nah dia ini juga konsultan neurologis dari FK UI. Sebetulnya jadwalnya jam sepuluh gitu, tapi saya datengnya kecepetan. Jadilah main-main dulu sama peraga di sini. Pada unik-unik pisan. tengkorak duduk dikamarmandiin Pas liat tengkorak ini, saya langsung keingetan Numbers Game nya National Geographic, kursi emang disebut-sebut sebagai Silent Killer at Work gitu. Kita emang tidak didesain untuk terlalu lama mengetik dan juga terlalu lama duduk, karena bias terjadi penjepitan saraf di tulang belakang atau peradangan di tendon pergelangan tangan. vespa dikamarmandiin Nah yang kedua ini unik, motor vespa ini bisa dinyalain dan saya boleh megang untuk membuktikan apakah terasa getaran di setangnya. Sialnya, saya nggak ngerasain itu. Katanya sih bisa jadi saya sudah mengalami iritasi di saraf tendon saya. Huft. Sedih deh dengernya. gadget dikamarmandiin Gantungan gadget ini juga nyindir saya banget sebagai pengguna gadget yang ekstrem, dan sebetulnya peringatan untuk mengurangi penggunaan gadget itu udah lama banget disebarkan, baik pembengkakan saraf jempol ataupun tendon pergelangan tangan. Kan serem yak. pemeriksaan dikamarmandiin Di sini juga bisa ngetes saraf kita di lutut dan telapak kaki kita dengan tiga alat, dibantu sama perawatnya Neurobion, hasil akhirnya pun juga dijelasin. Kenapa yang dicek itu bagian kaki, karena saraf dari paha hingga kaki adalah saraf paling panjang dalam tubuh dan melawan gravitasi. Pas di sini, saya sempet diperiksain juga, tapi bukan sama perawatnya, sama Dr. Manfaluthy Hakim langsung. Senang! :D Sekitar jam setengah sebelas akhirnya media workshop ini dimulai. Ternyata workshop ini memang kerja sama rutin antara Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Pusat Indonesia sama PT. Merck Tbk, sayangnya walau udah tiga tahun melakukan workshop semacam ini, awareness masyarakat masih kurang banget. Mereka nunjukkin dengan sebuah video survey yang menunjukkan banyak orang yang gak tau kalau kesemutan itu merupakan salah satu tanda adanya neuropati, walaupun ringan. Omong-omong, neuropati itu istilah kerusakan saraf, tapi saraf yang dimaksud di sini adalah saraf tepi. Jadi saraf tuh dibagi dua, saraf pusat, yang ada di otak besar, otak kecil dan tulang belakang. Nah, saraf tepi adalah saraf-saraf dari tulang belakang sampai ke seluruh tubuh, kerusakan di saraf tepi ini yang disebut neuropati. Masalahnya dalam sini banyak saraf-saraf sensorik, motorik dan juga otonom, dan apabila rusaknya parah ya akibatnya bisa fatal juga. Kerusakan terparah jika mengenai saraf otonom tuh bisa menyebabkan impotensi. Padahal gejala ringan neuropati itu sudah bisa dirasakan dan sebaiknya jangan diabaikan. Gejala-gejala neuropati itu kayak nyeri, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan, atau kayak rasa kebakar gitu. resiko dikamarmandiin Yang beresiko menderita neuropati itu ga cuma yang punya gaya hidup beresiko, tapi juga adanya penyakit lain, biasanya diabetes. Bagi penderita diabetes, kerusakan saraf itu bisa tidak terprediksi dan kapanpun kambuh. Padahal neuropati itu bisa dicegah dengan mengkonsumsi vitamin neurotropik. Yang dimaksud dengan vitamin neurotropik itu vitamin B1, B6 dan B12. Vitamin B12 malah bisa membantu mempercepat perbaikan saraf. Begitulaaaah, saya senang hari ini belajar banyak hal. Ingat, kita tuh harus LNTED, Learn New Things Every Day! :D