Review: The Equalizer

The-Equalizer-Poster-dikamarmandiin

Equalizer adalah action klasik yang diangkat dari TV series tahun 80an. Denzel Washington bermain sebagai Robert McCall, seorang pria biasa saja, salesman di Home Depot yang menghabiskan malamnya di diner dan membaca banyak buku. Di diner tersebut ia bertemu Teri (Chloë Grace Moretz), pelacur dari Russia yang melakukan small talk dengan McCall, mendengarkan cerita-cerita Hemingway dan Cervantes. Hingga suatu malam Teri dipukuli oleh germonya. McCall mendatangi tempat pelacuran Russia tersebut, menawarkan sejumlah uang untuk kebebasan Teri namun berakhir dengan membunuh semua orang di sana. Aksi “pahlawan kesiangan” ini mendadak jadi seru karena ternyata orang-orang yang dia bunuh merupakan kaki-kaki mafia Russia yang cukup berpengaruh dan perintah pembunuhan dirinya dimulai dengan mengirimkan pembunuh kepercayaannya, Teddy (Marton Csokas).

Butuh waktu setengah jam lebih untuk membangun kesan bahwa Denzel Washington hanyalah pria biasa saja kemudian seperti jari yang dijentikkan, sisi psikopatik McCall dikeluarkan. McCall digambarkan mampu menghabisi belasan mafia Russia dalam hitungan detik.

Sekilas action yang dibuat oleh Antoine Fuqua ini punya gaya Tarantino-ish, tapi semakin lama apa yang ditampilkan lebih ke arah brutal tanpa thought-provoking khas Tarantino. Gaya Washington dalam film ini masih terasa seperti ketika Washington di film Book of Eli. Action brutal dan beberapa scene klasik (berjalan slow motion dengan background gedung meledak?) membuat saya merasa film ini seperti film James Bond versi gelap. (figuratively and literally).

Menikmati The Equalizer seperti menikmati film action klasik pada umumnya, di mana sang protagonis seperti tak tersentuh. Walaupun  Marton Csokas bermain sangat apik dengan menjadi sociopath mafia yang mampu menjadi tandingan McCall secara intelejensia, pada akhirnya dalam pertarungan satu lawan satu, dia mati tanpa banyak usaha keras dari Robert MacCall.

Yang mengejutkan adalah Denzel Washington yang tahun ini akan berusia 60 tahun masih mampu memberikan aura misterius dan sadis walau tidak seperti di Man of Fire. Denzel Washington jelas menjadi alasan utama saya menonton The Equalizer, saya menikmati dia menghabisi semua orang dalam filmnya. CGI dalam film ini juga kece. It is a standard classic action movie, but hey, I don’t remember when was the last time I feel my chest pounding hard because of action like this.


Director: Antoine Fuqua

Writer: Richard Wenk

Cast:

  • Denzel Washington as Robert McCall
  • Marton Csokas as Teddy
  • Chloë Grace Moretz as Teri
  • David Harbour as Masters
  • Haley Bennett as Mandy
  • Bill Pullman as Brian Plummer
  • Melissa Leo as Susan Plummer
  • David Meunier as Slavi
  • Johnny Skourtis as Ralphie
  • Alex Veadov as Tevi
  • Vladimir Kulich as Vladimir Pushkin
  • E. Roger Mitchell as Lead Investigator
  • James Wilcox as Pederson
  • Mike O’Dea as Remar
  • Anastasia Sanidopoulos Mousis as Jenny
  • Allen Maldonado as Marcus
  • Rhet Kidd as Jay
  • Mike Morell as HM Brian
  • Matt Lasky as Marat
  • Shawn Fitzgibbon as Little John Looney
  • Vitaliy Shtabnoy as Andri
  • Timothy John Smith as Detective Gilly
  • Robert Wahlberg as Detective Harris

Rotten Tomatoes Score: 61%

Metacritic Score: 57/100

Runtime:

choro

Sudah mau tiga puluh tapi tetap lucu kinyis-kinyis. Kinyis-kinyisnya sudah mutlak, lucunya masih dalam tahap diusahakan.

One thought on “Review: The Equalizer

  • October 1, 2014 at 07:04
    Permalink

    Jadi pengen nonton ini setelah baca reviewmu chor hahaha~

    Reply

Leave a Reply