Kings of Leon bisa jadi nggak masuk di dalam playlist para hipster. Sebagai band rock, Kings of Leon terlalu mainstream dengan lirik lagu yang diulang-ulang dan mudah dihafal. Tipe band yang akan dengan mudah masuk chart dan diputar berkali-kali di radio. Berhubung saya gak begitu hipster-hipster amat, saya dengan gampang jatuh cinta pada Mechanical Bull, album ke-enam Kings of Leon yang dirilis September 2013 kemarin.

Dengan formula yang serupa dengan album ke-empat mereka, Only by The Night, THE platinum album, ada banyak rasa yang sama yang hadir walau sudah berlalu selama lima tahun. Mechanical Bull termasuk album yang begitu saya tunggu pasca rehat panjang mereka. Caleb bernyanyi lagi. Suara Caleb adalah nyawa Kings of Leon.

Saya berharap banyak ketika mendengarkan track pertama, Supersoaker. Supersoaker masih terdengar sangat Kings of Leon dengan vokal Caleb Followill yang serak dan terkadang gloomy, masih bisa diandalkan dalam menghadirkan lagu yang terdengar sangat rock namun memiliki melodi yang cukup manis. Sayangnya setelah itu semua lagu terasa sama, selain Supersoaker tentu saja, walaupun tidak se pop Come Around Sundown – album ke lima mereka, ada rasa tanpa ambisi di album ini.

Rasanya percuma ketika mereka mengkritik keras aliran pop, tapi lagu mereka sendiri tidak secadas sebelumnya. Mungkin saya berharap musik yang lebih keras lagi, seperti sensasi rock vintage yang memadukan antara beat drum dengan distorsi gitar lebih banyak lagi. Bisa diakui bahwa, setelah lima belas tahun terbentuk, Kings of Leon merupakan salah satu band yang cukup stabil. Tapi apakah kestabilan harus membuat mereka terjebak dalam stagnansi?

Walaupun begitu, terlepas dari kualitas musiknya, lirik lagu dalam Mechanical Bull ini jauuuuuuhh lebih matang daripada album sebelumnya, lihat saja dalam Beautiful War, lagu dibalik Use Somebody, ini lebih kampret daripada Use Somebody bagi saya. Kings of Leon tidak lagi memberi gambaran pria tanpa tujuan yang mungkin kerjanya menculik atau bikin hamil anak gadis orang. Mechanical Bull jauh lebih dewasa daripada album-album sebelumnya. Saya suka Kings of Leon, tapi bukan sebagai musik harian, bagi saya, Kings of Leon sekarang sudah menjadi lagu pengantar istirahat atau relaksasi. Mechanical Bull bisa jadi album tanpa ekspektasi Kings of Leon yang sedang mengobati kekecewaannya setelah Come Around Sundown.

Saya tidak berkata album ini jelek, bagus malah. Apalagi saya juga pecinta Kings of Leon tanpa paksaan atau rekomendasi orang. (Efek karena terlalu sering diputar di radio, dulu). Hanya mungkin saya yang merindukan lebih banyak distorsi dan rock. Toh Kings of Leon benar-benar bintang rock mainstream.