Seminggu terakhir saya lagi getol-getolnya pake L’oreal UV Protect sunscreen gitu, terutama setelah diundang L’Oreal di launching UV Protect 20 Agustus kemarin.

Perlu diperjelas selain ke pantai biasanya saya juarang byanget pake sunscreen, dan kayaknya semua orang terkejut begitu tahu kalo saya nyaris ga pernah pake sunscreen apalagi saya naik motor ke mana mana, identitas gender saya langsung terdegradasi ke titik 0 malam itu. Tsk.

Karena merasa zbl dan kzl karena saya yakin ga begitu penting pakai sunscreen sehari-hari, saya cari tahu di internet dan baca-baca wikipedia nya sinar UV dan juga sunscreen.

UV and UV Protect

Nah, kenapa dibawah sinar UV sebagian tampak hitam? Ternyata karena kamera ultraviolet tidak bisa menembus kulit yang dilapisi sunscreen, artinya sunscreen memang melindungi kulit dari sinar ultraviolet.

UV ini sendiri ada beberapa jenis, UVA yang tidak terlalu terkenal ini ga punya reaksi langsung kalo kita terpapar lama, tapi justru lebih bahaya karena bisa memutasi DNA dan jadi Melanoma. Sementara UVB terkenal banget jahat karena selain bikin kulit terbakar dan gosong, UVB juga dianggap menyebabkan kanker kulit. Sementara UVC ini dianggap penyebab kerusakan mata yang disebut photokeratitis.

Untuk versi singkat, UVA ini menyebabkan penuaan kulit (tidak langsung) dan UVB membakar kulit (langsung).

Ah lebaay! Saya ini tim pecinta sinar matahari lho karena percaya matahari itu membantu pembentukan vitamin D kita, ya ternyata bener-tapi-gak-bener gitu deh.

UV Index

WHO menerbitkan Global Solar UV Index (silahkan baca pdfnya di sini) dan menyebutkan paparan sinar matahari apalagi saat UV index tinggi akan mempercepat terjadinya sunburn di kulit, dan memang menyarankan penggunaan sunscreen itu sendiri. Ih yaampun, kemana aja chor!

Basic sun Protection messages

Trus, kalian tau gak sih bahwa kode “SPF” dalam sunscreen itu ternyata hanya melindungi dari sengatan UVB saja? Dan ga perlu mencari SPF yang tinggi lho untuk melindungi kulit dari UVB, karena yang utama adalah kita harus mau bolak balik memasang ulang si SPF ini ke kulit.

Trus gimana dong buat melawan UVA? Nah menurut FDA (Federal Drug Association, atuhlah) kalau ada sunscreen bertuliskan “UVA/UVB Protection” biasanya UVA PF hanya dapat bagian 1/3 nya aja. Jadi kalau kalian beli yang SPF 30, si UVA PF ini 10. Tadinya brand Eropa mau mencantumkan dua angka gitu, UVB PF dan UVA PF, tapi ditolak nih karena gamau bikin konsumen bingung (mungkin konsumennya kayak saya, gatau bedanya UVA dan UVB).

Karena kebanyakan brand eropa tidak mencantumkan detail UVA PF nya, Jepang mengeluarkan panduan “The Protection Grade of UVA” atau yang biasa disebut-sebut PA. Penulisannya adalah PA+, PA++, dan PA+++

Balik ke acara L’Oreal minggu lalu, edukasi serupa juga disampaikan oleh dermatologis dr. Amaranila Lalita Drijono. Sederhana sih, karena konten edukasinya emang bener dan ternyata saya langsung merasa tertampar-tampar udah nyiksa kulit saya sendiri selama ini, saya mulai belajar rajin menggunakan sunscreen.

Loreal UV PErfect

Saya diperkenalkan dengan beberapa L’Oreal UV Perfect, ada 4 lotion dan 1 mist. Yang pertama nih, ada UV Perfect Instant White untuk membantu mencerahkan kulit, kemudian UV Perfect Aqua Essence untuk kulit berminyak, UV Perfect Transparent untuk kulit normal-kering, UV Perfect Anti-Dullness untuk membantu melawan kulit kusam dan satunya UV Perfect Aqua Essence Mist yang penggunaannya praktis dan tinggal disemprotin ke wajah gitu.

Trus, saya gatau sih biasanya sunscreen itu gimana di kulit, tapi dari L’Oreal ini saya belum mengeluh kalo dia lengket di kulit sih. Seminggu ini ya ga keliatan banget hasilnya, tapi semoga saja ini sel-sel wajah saya berenti teriak-teriak kesakitan kalo lagi di bawah sinar matahari. *cubit-cubit pipi* Yang sabar ya, kulit!