PREDESTINATION

Tahun 1958, bapaknya cerita sci-fi, Robert Anson Heinlein, menulis sebuah cerita pendek berjudul “All You Zombies” (silahkan buka ini jika ingin membaca gratis versi pdfnya). Cerita pendek ini kemudian diadaptasi oleh Spierig Brothers dalam film Predestination dan akan dirilis Januari 2015 mendatang. Kebetulan saya mendapatkan film ini karena selama setahun ini Predestination sudah mondar mandir di beberapa International Film Festival.

Saya baru tahu bahwa Predestination adalah adaptasi dari All You Zombies setelah menonton trailernya, tepat di bagian voiceover berucap “I know where I came from… but where did all you zombies come from?” I had shivers down my spine!

Cerita dimulai dari The Bartender, seorang agen lintas waktu memiliki satu tugas akhir, menangkap seorang kriminal bernama “Fizzle Bomber yang di masa depan akan melakukan pengeboman massal, dan The Unmarried Mother, seorang pemuda yang merupakan penulis kolom terkenal di majalah Confession, saling berbagi cerita tentang kehidupan yang stranger than fiction. Bersimpati akan cerita dari The Unmarried Mother, sang Bartender menawarkan pilihan, “What if I can put him in front of you, the man that ruined your life, if I can guarantee you could get away with it, would you kill him?” Dan menunjukkan mesin waktunya.

Then the fucked up stories begin.

Predestination berjalan dengan pace yang cepat dan taat dengan classical timespace continuum, namun dibumbui dengan iteration/loop paradoxes beberapa layer. Loop yang terjadi dalam film ini menjadikan exponential curve dari sebuah garis waktu linear menjadi lebih lebar sehingga menjadikan film ini infinite singularity event. Asyiknya dalam film ini, seperti bereksperimen dengan paradoks waktu apabila kamu memiliki kemampuan melintasi waktu (dengan konsepsi waktu adalah linear, berbeda dengan konsep dimensi ke lima Interstellar)

Dari film ini, saya jadi bisa berpikir bahwa sebetulnya mungkin membuat sebuah versi paradoks dirimu, tapi dengan ketidak mungkinan untuk kembali ke versi normal natural-born. Walaupun agak fucked up untuk berpikir bahwa apakah ada kemungkinan manusia dikloning dengan ruang dan waktu, karena tokoh dari alternate timelines bisa berjalan dengan tokoh iruginal dalam satu waktu bersamaan dan melakukan keputusan bersama untuk membuka another alternate timeline.

Anyway, pemikiran ini pernah diparaphrasing oleh Michio Kaku untuk mengilustrasikan lintas waktu paradoks, seenggaknya membuat saya berkurang sakit kepalanya. Sebagai pecinta sci-fi, saya merekomendasikan Predestination banget!