Blue Sky memang sudah terkenal dengan Ice Age dan Rio nya, animasi yang mengangkat kesadaran tentang lingkungan, maka sekuel Rio ini pun tidak jauh-jauh tentang kesadaran lingkungan juga.

Rio 2 bercerita ketika Blu dan keluarganya yang sudah hidup tenang di kota Rio dikagetkan dengan berita kemungkinan adanya kawanan Makaw biru di belantara hutan Amazon. Masalahnya adalah, Blu dan anak-anaknya sudah terbiasa hidup ala manusia, makan panekuk, mendengarkan iPod, membaca buku, pakai GPS (yayaya ini gimana caranya sih?) Jewel, yang merupakan burung liar, meminta Blu menemaninya ke Amazon untuk mencari tahu apakah ada kawanan mereka di sana. Diikuti dengan tiga temannya, Rafael, Pedro dan Nico yang mencari talenta baru untuk karnaval di Rio, petualangan mereka di hutan belantara pun dimulai.

Rio 2 dibuka dengan lagu “What is Love”, yang sebetulnya tidak baik didengarkan dalam keadaan galau (yaya, saya sedang curhat), begitu terdengar lirik What is love / If it’s not with you / I know when you’re alone you feel it too / In your arms is where I long to be / Cause being with you gives me sanity. Saya langsung mimbik galau, yaelah braay, kebanyakan curhat kamu, fokus! *self toyor*

Secara cerita, Rio sedari awal memang tidak punya topik spesifik, tema generic tentang alam dengan tokoh burung Makaw biru yang tinggal satu-satunya tanpa ada fokus yang lebih dieksplorasi. Begitu juga dengan Rio 2, yang menurut saya malah lebih berfokus pada gemerlap karnival ketimbang cerita kehidupan burung liar.

Karakter Rio 2 pun terlalu banyak jika dibandingkan dengan Rio, Carlos Saldanha mengerti bahwa tiap karakter harus memiliki porsi yang sama agar tidak hanya menumpang lewat dan merusak cerita Rio 2, tapi itu pula yang justru membuat Rio 2 menjadi lebih klise. Terlalu banyak karakter, terlalu banyak masalah, daripada terlalu banyak fokus, mari membuat cerita yang tidak terlalu kompleks.

Karena tidak terlalu kompleks (jika bosan dengan istilah klise) Rio 2 menjadi animasi yang bener-bener bisa ditonton tanpa berpikir. Ditambah dengan karakter-karakternya yang terasa flat, Rio 2 punya potensi membuat orang dewasa bosan atau tertidur begitu saja. Tapi untunglah musiknya bagus. Serius, momen musikal Rio 2 adalah satu satunya hal yang stand out dan membuat Rio 2 lebih watchable. Rio 2 seolah-olah menjadi film yang menghibur anak kecil dengan warna dan suara, bukan dengan cerita. Karena sekaligus mencari talenta karnival, Rio 2 dihiasi dengan musik dan tarian animasi yang bikin senang.

Saya senang menonton Rio 2. Senang karena musiknya semua bisa bikin goyang. Karena cerita yang klise bikin ga usah mikir bisa membuat saya menikmati musiknya secara totalitas. Album soundtrack Rio 2 wajib banget dipunya dan bisa diputar seharian tanpa membuat bosan, dan memberi semangat terus menerus. Secara rating Rio 2 bagi saya hanya mendapatkan skor 5 ataupun 6. Tapi karena musiknya jadi 8 (malah nego).