Skip to main content

Aku Ingin Jadi Segalamu

Aku masih harus menghela nafas berat dan merasakan sakit yang sama setiap kali mengingat kamu. Lalu pikiranku melayang kembali ke kota kita. Iya, kota kita. Yang setiap inchinya ramah dan romantis, seperti kenanganku tentang kamu. Ramah. Kata yang mungkin tidak kamu kenali lagi saat ini. Yang terubah karena banalnya ibu kota, katamu. Aku masih mempertanyakan […]

Dream

I don’t like sleep. I have trouble sleeping since.. I don’t know, couple years ago. Well, usually because I constantly have nightmares. Every second I close my eyes, it just rushed in and makes me gasping for air and afraid to close my eyes again. But not last night, it just… I don’t know, the […]

Kenthu

Seperti apa rasanya orgasme? Seperti ketika kamu menekan tombol publish dalam blogmu? Aku bisa menuliskan prosa – prosa tentang kematian, keimanan, cinta, kamu, nafas, rindu, nisan, nafsu, kamu. Tapi aku tak bisa menuliskan tentang kethu, jadi bagaimana rasanya terantar sampai dipuncak ketika senggama? Seperti bagaimana kepuasan seorang penulis menekan tombol publish dari dasbor blognya? Rasa […]

Gila

Jangkar satu-satunya penjaga batas antara kesadaran dan imajinasi tiba-tiba tak berfungsi. Kamu. Iya, aku selalu punya masalah pada pergerakan semesta dalam kepalaku, makanya aku tak pernah percaya puisi tentang semesta. Karena dalam duniaku, sebelum bertemu kamu, tidak ada istirahat, siang, ataupun malam. Yang ada maraton terus menerus tanpa henti, karena pikiran ini menjelajah ke seluruh […]

Marah

Aku pernah kehilangan kamu sekali. Aku tak ingin kehilangan kamu lagi. Maka jemariku akan meremas sisa-sisa asa yang bisa kuraih dari waktu yang ada. Tak kan kupaksakan segala rencana. Angkasa sudah memperkosaku dengan logika dan merajamku dengan tanya. Tapi potongan rasa dan kenangan ini yang melindungi, aku tak lagi merasa sedih terhantam perih, tak ada […]

Berceritalah.

Mungkin kita tidak dilatih menjadi sastrawan, atau pujangga yang puitis. Tapi berceritalah. Setidaknya berceritalah pada dirimu sendiri. Berceritalah dan dongengkan tentang kamu dan masa sekarang, pada dirimu sendiri. Berceritalah dan biarlah dirimu terbuai dari mimpi yang kamu buat sendiri. Kenapa? Karena kamu bukan robot. Karena kamu bukanlah budak korporat yang pada akhirnya akan terautomatisasi menjalankan […]