Ikhlas dikamarmandiinSudah seminggu sejak teman kami pergi, tapi perasaan sesak dan sedih itu masih ada. Saya berkata pada Mbak Utieed, ini adalah pertanyaan yang juga ditanyakan semua orang, tentang bagaimana caranya mengikhlaskan kepergian mas hmd, sambil merutuk, bahwa Tuhannya yang maha asyik itu sedang bercanda dengan kemampuan kami untuk ikhlas.

Saya bukan orang yang tepat untuk mengajarkan bagaimana cara mengikhlaskan seseorang, saya sendiri masih mengais-ngais kenangan seseorang yang meninggalkan saya nyaris 10 tahun lalu. Bagaimana bisa mengikhlaskan yang baru seminggu?

Tapi saya teringat satu pesan yang cukup penting dalam kehidupan saya tahun lalu:

Kita bisa menangisi kepergiannya, tapi kita juga bisa tersenyum karena dia pernah hidup.

Kita bisa menutup mata lalu berdoa dengan khusyuk dia kembali, atau kita bisa membuka mata dan melihat apa apa yang telah dia tinggalkan.

Saya bersyukur teman-teman njagongan mau mengkurasi serpihan kenangan mas hmd di internet, yang bisa dilihat di sini. Tulisan yang membuat saya merasa bahwa bukan saya yang berlebihan merasa sedih karena ditinggal mas hmd sebagai teman, semua teman-temannya pun juga. Tapi, sekaligus membuat saya tersenyum, melihat apa-apa yang sudah ditinggalkan oleh mas hmd.

Kenangan yang, semoga, selalu menyenangkan.