Kenapa dikamarmandiin?

Saya percaya, di kamar mandi sering sekali kita terlintasi pikiran, ide atau bahkan pertanyaan-pertanyaan penting-tak-penting yang bisa didokumentasikan. Terinspirasi oleh buku “More Baths Less Talking” dari Nick Hornby dengan tagline “Read what you enjoy, not what bores you”, karena saya suka menulis, maka saya memilih dikamarmandiin sebagai tempat saya untuk mendokumentasikan hal-hal yang terlintas dalam kepala saya, penting-tidak-penting, yang saya nikmati.

choro

*ilustrasi foto ketika masih muda lucu kinyis-kinyis di awal 20an.

Nama saya, Kunchoro Susilowati, sebentar lagi tiga puluh, dan percaya bahwa saya lucu kinyis-kinyis. Kinyis-kinyisnya sudah mutlak, sementara lucunya masih dalam tahap diusahakan.

Selalu yakin bahwa saya sebenarnya orang Jogja dan saat ini sedang bekerja di Jakarta, walau kenyataannya saya tidak punya darah Jawa. Dulunya budak korporat retail, kemudian menjadi budak digital, lalu sok-sokan jadi budak digital di kantor berita, sekarang sih sedang jadi budak antek aseng. Merasa mantap kalau cuma setengah perempuan, setengahnya lagi monster, makanya saya sampai sekarang jomblo.

Saya menikmati banyak hal, terutama buku dan film, lebih spesifik lagi buku -buku non-fiksi dan film-film dokumenter, supaya makin terdengar serius, saya adalah pencinta teh.

Saya dulu menulis gratis di wordpress, dan masih suka posting di Tumblr. Punya akun facebook dan akun twitter, boleh di-add dan di-follow. Untuk mencapai saya secara personal, tinggalkan pertanyaan dan hal-hal lain melalui e-mail di sini. Selamat stalking! :)

2 thoughts on “Kenapa dikamarmandiin?

  • March 22, 2014 at 12:59
    Permalink

    Rasanya saya pernah kenal si tokoh ini :D

    Reply

Leave a Reply