11 Mei kemarin ramai berita situs Vimeo diblock Kementrian Telekomunikasi dan Informasi. Sucks! Kenapa pula Vimeo harus diblock? Merebaklah gosip awal kalau pemblokiran ini karena adanya video seronok kampanye partainya bapak Menteri kita yang fenomenal itu.

Yang malah belum diketahui bapak menteri dooong, dong, dong. Emosi banget gak sih bacanya.

Si bapak ini ya apa diperintah bawahannya? Ish.

Kemudian muncullah pernyataan dari bapak Menteri, bahwa mereka sudah menyurati secara resmi Vimeo. Bahkan muncul juga siaran pers di situs resmi Kemenkominfo. Alasannya sederhana, karena pengertian porn di Vimeo beda sama di otak mereka Undang Undang.

Sudah boleh emosi? Sudah.

Saya ngamuk-ngamuk.

Saya tidak melihat ada pernyataan menyurati sebelum Vimeo diblock, artinya Kemenkominfo melakukan pemblokiran tanpa ada pemberitahuan kan. It’s not fair! It’s stupid dan tindakan represif ini saya anggap penyalah gunaan kekuasaan, apalagi kalo kembali ke kasus awal adalah adanya video seronok partai mereka. Lha itu video sudah bercokol lama, kok baru heboh sekarang. Kemana aja?

TAPI TIBA-TIBA MALAM ITU MUNCULAH PERNYATAAN VIMEO YANG MENGEZUTKAN.

Kok bisa mereka belum dikontak secara resmi? How come? Bukannya si bapak sudah bilang kalo dia sudah surat-suratan sama Vimeo? Konfirmasi harus segera dilakukan, kok bisa, apa jangan-jangan Vimeo lupa cek inbox? *halah*

Ternyata benar mereka sama sekali nggak terima dan ini aneh banget, bagaimana bisa seseorang dengan status menteri melakukan tindakan seperti ini. Dan bergulirlah diskusi pendek sama adminnya Vimeo pagi ini.

Sepagian ini emosi banget bacanya. Statement yang dibuat orang sekelas menteri kok kayak ucapan tanpa tanggung jawab dan asal ucap. Even dalam akun personal, tapi dia merepresentasikan pemerintah dan seharusnya bisa dilakukan dengan cukup resmi. Mbuhlah.