Kalo saya nggak baca serangkaian tweet mas Agus Noor dua minggu lalu, mungkin saya nggak pernah tau tentang acara ini. Kemudian setelah googling saya baru tau siapa aja Line Up artis event tersebut dan ada /rif. Nuff said. Selese. Saya ga ngecek siapa lagi line up artisnya yang lain dan jadi apa. Jikun /rif main jadi salah satu lakon utama dan /rif bakal manggung. Saya suka banget sama /rif, masa SD-SMP saya dulu habis buat nyanyi nyanyi lagu mereka di album Radja, Nikmati Aja, Dan Dunia pun Tersenyum sampe the best of nya. Enough tentang /rif, bisa bikin satu postingan sendiri ntar :)))))

Saya langsung googling pricing ticketnya. Rp 875.000 untuk VVIP, Rp 775.000 untuk VIP, Rp 575.000 untuk kelas 1 dan yang paling murah Rp 275.000 untuk kelas 2. Sebagai lumpen proletar kasta sudra macam saya, yang bisa saya beli itu cuma kelas 2. Tapi saya sendiri masih berpikir keras dan berusaha mencari teman untuk mau nemenin saya. Ya mosok nonton sendirian, tapi tapi tapi….

Ga ada yang mau.

Sedih. *mulai drama*

 

Saya mulai hunting tiket, berusaha mencari gratisan:

Sampai berpikir untuk desperate act go-show dan beli di tempat, baik resmi ataupun dari calo (yakali bisa dapet murah, kan).

H-1, kalo bukan karena kakak arya yang baik-hati-dan-tidak-sombong-rajing-menabung-dan-mulia-hatinya mungkin saya ga dapet pencerahan nonton Wayang Orang Rock Ekalaya ini. Jadilah hari Sabtu, 15 Maret malam saya piyambakan berangkat ke Tennis Indoor Senayan dengan light blue jeans, printed shirt yang cerah dan lebih mirip abege mau nonton Katy Perry daripada pagelaran Rock. Yaudahlahya.

Goodie Bag

Jam 8, setelah nyasar di GBK karena masih belum hafal jalan, saya sudah duduk manis di kelas 2 tribun Tennis Indoor Senayan, meluk goodie bag berisi kacang mr. P, Antangin, voucher Lee Cooper dan buku pertunjukan Wayang Orang Rock Ekalaya. Selain petunjuk cerita, ada juga song list yang akan dinyanyikan di tiap babaknya, dimulai dengan 2 lagu Led Zeppelin, Metallica dan terus ke belakang saya baca akan ditutup dengan Dream Theater. Super excited nungguin kapan panggung segera memadamkan lampu dan memulai teaternya.

Setengah jam molor, akhirnya lampu dimatikan dan dibuka dengan Bonita yang menyanyikan lagu Rock n Roll nya Led Zeppelin. Kecewa. Soundnya entah kenapa jelek banget. Babak satu pun dibuka dengan Candil yang kemudian menyanyikan lagu Led Zeppelin yang lain lagi, Stairway to Heaven. Suaranya? Ya keren lah, Candil gitu lho. Sound udah jauh lebih mendingan daripada pas performance Bonita, saya mulai merasa optimis show ini akan berjalan lancar.

CandilSepi ya?

Iya, itu foto performance Yopie Item dan Candil, udah jalan setengah jam dan kursi VIP dan VVIP masih keliatan kosong, begitu juga tribune kelas 1 dan kelas 2. Mungkin karena harga tiketnya, mungkin juga karena promosinya kurang greget. Saya ga peduli, saya sudah mematikan smartphone saya setelah menuliskan kesedihan ini di social media. Sepi mungkin tanda saya harus menikmati show ini sepenuhnya tanpa jeprat jepret.

Wayang Orang Rock Ekalaya adalah plesetan cerita Mahabaratha mengubah setting panah memanah menjadi urusan gitar yang serius, serius lucu maksud saya. Bercerita tentang Ekalaya (Stevie Item) raja Paranggelung yang sakti dan mahir memanah bergitar, bertekad ingin menjadi pegitar terbaik di seluruh dunia, Ekalaya yang merupakan kasta pekerja yang gigih mendapatkan bisikan ghaib dari para dewa yang menyarankan ia untuk berguru pada Durna (Jikun /rif) seorang gitaris sakti yang menguasai segala teknik bermain gitar mulai dari pop, klasik, heavy metal, thrash metal, tapping, hingga shredding. Namun, yang membuat Durna amat sakti adalah dia menguasai satu teknik permainan gitar tertinggi di dunia yang disebut Shredding Danurwedha.

Saya ngakak pol, seriously, ini adalah opening terbaik yang pernah saya tonton. Sebagai penikmat Mahabharata saya puas banget melihat adaptasi keren dan akting mereka yang lucu. Tapi Wayang Orang Rock Ekalaya bukan dagelan Srimulat, beda. Karena begitu babak kedua dibuka dan Jikun /rif masuk sambil main For Whom The Bell Tolls nya Metallica, semua orang ga akan meragukan betapa keren lanjutan cerita ini. And it is. Otong koil masuk, dan saya baru sadar kalo dia ganteng, menjadi Arjuna, yang merupakan murid terbaik dari semua murid Durna yang sudah berjanji tidak akan mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain melainkan kepada para Pandawa dan Korawa saja.

Dan seterusnya cerita berjalan sesuai dengan Mahabhrata versi gitaris. Babak ke 5, Andy /rif masuk, dan sepaket sama band /rif tentunya, performing lagu Radja. Saya histeris.

Histeris karena saya ga pernah mikir bisa liat /rif sedeket ini, dan Andy masih sangat-awesome-banget-diusia-nya-yang-udah-kepala-4-itu-di-mana-dia-masih-lincah-dan-kualitas-suaranya-masih-menggoda-iman-dan-taqwa-dan-seterusnya-dan-seterusnya-saya-speechless. Tanpa sadar saya mewek.

Lha gimana, nonton rock kok duduk manis, sendirian pula. Saya ga bisa jerit-jerit atau headbang sendiri sementara yang lain duduk-manis-krik-krik kan. Saya over excited, saya seneng, ga nyangka, speechless, ga karu-karuan dan yang bisa saya lakukan adalah blushing mampus, nyengir, nangis dan nge-ON-in smartphone buat histeris di social media. Bhahahaha.

Saya puas.

Tapi belum selesai eargasme, di babak 6 tiba-tiba netral masuk dan perform Pertempuran Hati. Mata saya ga lepas dari Eno, salah satu drummer idola saya. Hooh, saya ngidolainnya drummer. YAAMPUN SAYA TUH LAGI LIAT ENO LIVE YA? Saya histeris lagi, trus air mata ga berenti juga. GILA YA, CUPU BANGET SAYA SAMPE MEWEK NGELIATIN BAND ROCK.

Oke, chor, tenangkan dirimu. *tampar-tampar diri sendiri*

Gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Seringai

Di babak 9, mendadak ada teriakan “SERIGALA!” dan saya baru sadar kalo Seringai udah on stage. Iya, saya emang cuma fokus sama /rif aja dari awal #curahanhatifangirlrif mereka mainin Akselerasi Maksimum, reaksi saya:

Sekian dan aura terima kasih.

Saya ga perlu lah ya nulisin semua songlist malam ini, yang jelas saya puas puas puas puas puas puas dan puas.

Selain display screen yang kurang maksimal dan sound control yang bikin pengen ngejitak kru penata suaranya, nggak ada yang bisa saya keluhkan. Linenya lucu, ceritanya ngga ngelantur dari Mahabharata, Sophia Mueller itu cantik-banget-subhanaloh-yaaloh-kamu-makan-apa-sih-mbak, gojek kere yang tau-tau munculin Google Search, game Guitar Heroes, bahkan tiba-tiba Stevie Item main lagi JKT48 versi metal bener-bener menghibur. Performance SEMUA musisi Wayang Orang Rock Ekalaya LUAR BIASA, dan adalah pengalaman baru bagi saya untuk bisa liat musisi lain macam The Brandals, Leonardo & His Impeccable 6, ROXX, koil, Iwa K, dalam satu stage, live.

Jam setengah 12 malam cerita selesai. Wayang Orang Rock Ekalaya menjadi salah satu 3 jam terbaik dalam hidup saya.

Closing